Sabtu, 23 Mei 2020

        Haii..
        This is my first blog..
        I'm Clara Ayu Salva Angeline. Nice to meet you guys!

Oke, untuk blog ku yang pertama ini aku akan berbagi sebuah tulisan hasil pikiranku sendiri. Tulisan ini terinspirasi dari salah seorang temanku yang kemarin baru aja cerita soal hubungannya yang harus kandas karena perbedaan keyakinan dan keduanya termasuk fanatik dengan keyakinan mereka masing-masing. Sebenarnya, mereka belum pacaran dan masih dalam tahap hubungan Pendekatan, tapi sebelum lebih dalam, mereka akhirnya memutuskan untuk ke jalan masing-masing dan tetap menjalin hubungan yang baik sebagai teman.

Kalian pernah ngalamin hal yang sama gak?
Kalau iya, apa yang kalian putuskan pada akhirnya? Bertahan atau berpisah?
Well, apapun keputusan yang kalian buat, aku doakan itu yang terbaik untuk kalian ya ^^

...

Sebenarnya gak ada yang salah sama perasaan mereka berdua, kalau memang saling suka dan saling sayang. Kita juga gak pernah memilih untuk terlahir dari keluarga yang bahagia atau sebaliknya, begitu juga dengan agama. Kita gak pernah memilih untuk terlahir dari latar belakang keluarga seperti keluarga kita saat ini.

Cocok? Yup!
Mereka bisa saling mengimbangi satu sama lain.
Saling mengerti sifat satu sama lain. Saling respect dan mencoba memahami sifat masing-masing.
Tapi..
Yang tersisa cuma rasa canggung.

Canggung karena mereka gak mengekspresikan perasaan masing-masing. Sadar, kalau pada akhirnya gak akan bisa memiliki. Dan semuanya terhalang karena itu.
Apa yang kalian rasain kalau harus ketemu satu sama lain, saling suka tapi cuma bisa diam, karena satu hal itu. Diam, karena ada satu hal yang belum terselesaikan di antara mereka berdua. Mau dibawa kemana hubungan ini?

Semua yang terjadi di dunia ini bukan kebetulan.
Akan ada suatu alasan mengapa sesuatu bisa terjadi.
Akan selalu ada alasan kenapa kita dipertemukan dengan orang-orang yang ada di kehidupan kita, termasuk orang spesial yang sengaja dipertemukan, diizinkan untuk mempunyai perasaan tapi gak bisa bersatu sejak kenal.
Mungkin, pertemuan dengan orang yang sempat punya tempat spesial di dalam hati kita merupakan suatu pelajaran yang bisa kita ambil sebelum bertemu dengan orang yang tepat.

"Mungkin gak bisa diungkapkan secara langsung. Aku senang bisa mengenalmu, walau gak bisa sedalam itu. Kamu orang yang baik. Tetap pegang prinsipmu. Akan kudukung kamu dalam perjalanan hidupmu, kuharap kamu juga mendapatkan seseorang yang bisa menemanimu sampai akhirnya.

Terimakasih, kita masih saling menjaga satu sama lain. Bersyukur aku bertemu dengan orang yang penuh kedewasaan, yang gak benci dan menjunjung tinggi toleransi.

'Kamu gak ibadah?' - Katamu.

Kamu tahu? Aku pernah punya harapan, andai kita bisa beribadah bersama atau bahkan melanjutkan hubungan kita sampai pemberkatan, di hadapan Salib dan di bawah tangan pemberkatan Pendeta. Tapi ya sudahlah, kita gak mau mengecewakan harapan keluarga kita masing-masing.
Kita menrunkan ego masing-masing, dengan saling gak mau menjauhkan aku atau kamu dari Tuhan kita masing-masing.
Dan itulah kenapa aku bilang kalau kamu itu orang yang baik :) Kamu itu spesial!

Tapi memang ada seseorang yang lain, yang sudah digariskan untuk kita."


- Rasa sayang yang kita punya sama berharganya dan sama besarnya dengan rasa toleransi kita.

Oke, sekian tulisan pertamaku..
Well, ini topik yang udah familiar banget dan topik pembahasan yang lumayan berat.
Gimana menurut kalian? Comment bellow!
Apa kalian punya pengalaman yang sama?

Have a nice day! Stay healthy! Stay at Home!
Selamat menyambut Ramadhan^^